Bengkulu: Membuang Sampah di Cagar Alam - Orbit NewS

Kami Mengajak Anda Menjadi Pewarta Warga (Wartawan Online atau Citizen Jurnalism).
Hasil reportasi anda kirim melalui BB Pin 28f021d0 atau ke redaktur@bengkulunews.org atau
ke FB Page/Halaman Bnews
Headlines BnewS

Bengkulu: Membuang Sampah di Cagar Alam

Kamis, 23 Februari 2012

BENGKULU--MICOM: Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bengkulu mengancam pelaku pembuang sampah ke sekitar kawasan cagar alam, khususnya Danau Dendam Tak Sudah Kota Bengkulu, untuk diproses secara hukum.

"Kami masih melakukan upaya menyurati Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Bengkulu untuk memperbaiki sistem pengelolaan sampah di daerah itu dan menghentikan membuang sampah di kawasan cagar alam," kata Kepala Bagian Tata Usaha Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Bengkulu Supartono di Bengkulu, Kamis (23/2).

Ia mengatakan, diketahui tumpukan sampah di kawasan obyek wisata DanauDendam Tak Sudah (DDTS) Dusun Besar, Kecamatan Singaran Pati, Kota Bengkulu, itu setelah meninjau ke lokasi bersama tim dari pusat, Rabu (22/2).

Tumpukan sampah itu, bila dibiarkan akan mengancam ekosistem di kawasan wisata satu-satunya danau air tawar di Kota Bengkulu tersebut, disamping limbahnya membayakan ratusan jenis ikan dan riftil lainnya dalam danau tersebut.

Kawasan danau terancam rusak karena tumpukan sampah sudah mendekati cagar alam yakni hanya berjarak sekitar 10 meter dari tepi lokasi danau tersebut.

Jika turun hujan lebat, maka sampah berpeluang mengalir ke tepi danau sehingga akan mencemari air danau satu-satunya mengairi jaringan irigasi ribuan hektare sawah masyarakat Kota Bengkulu.

Limbah sampah juga semakin berpeluang merusak danau karena sampah yang bekas dibakar akan mudah mencemari air danau, padahal air danau itu masih dipergunakan warga untuk ternak, katanya.

Seorang warga Dusun besar Baharudin mengatakan, keberadaan tumpukan sampah itu mengganggu kenyamanan warga sekitar itu, terutama menimbulkan bau tidak sedap dan mendatangkan ribuan lalat masuk rumah warga.

Sejak 2011, sekitar kawasan cagar alam "Danau Dendam Tak Sudah" dijadikan tempat pembuangan sampah milik warga Kelurahan Dusun Besar, Padang Nangka dan Timur Indah Kecamatan Singaran Padi Kota Bengkulu.

Akibat dijadikan tempat pembuangan sampah, pohon-pohon di sekitar jurang tepi danau itu banyak yang mati tertimbun sampah dan terbakar, akibat sengaja dibakar untuk mengurangi tumpukan sampah itu, katanya. (Ant/Ol-3). Sumber Media Indonesia
Share this Article on :

2 komentar:

BnewS mengatakan...

Pencitraan menjadi cara bagi lembaga untuk mendapat kredit point baik dari atasan, maupun dari lembaga lainnya, tapi sebuah kenyataan tumpukan sampah tersebut sudah lama dibiarkan, ketika masyarakat merasa persoalan tersebut sudah mengganggu dan mulai diributkan maka banyak lembaga terkait seperti kebakaran jenggot. Hari ini sekitar jam 09.00 s/d 10.00 wib, diwawancara oleh RRI Bengkulu masalah sampah tersebut. Terungkap adanya pembiaran, dan bahkan yang lebih miris lagi petugas sampah diberi honor jauh dibawah UMR yang sudah mencapai Ro. 915.000,- sementara mereka hanya menerima Rp. 750.000,-. Disatu sisi banyak aktivitas lain yang hanya seremonial menghabis dana bermilyar-milyar.

aburaihan mengatakan...

Masyarakat bingung harus buang sampah kemana. Tapi yg jelas Pemkot bengkulu memang tidak menyediakan tempat penumpukan sampah bagi warga kota. Dibandingkan dengan kota Sungai Penuh, Bengkulu jauh tertinggalnya. Coba perhatikan disekitar UNIB, hingga perumnas UNIB, warga tidak memiliki tempat pembuangan sampah kecuali di tempat2 illegal antara lain: 1. Depan Kantor KPU. 2. Jalan pantai UNIB depan. 3. Dekat jembatan Rawamakmur-kp.k elawi (kedalam sungai). 4.Jembatan Muaro, Pantai Pasar Bengkulu. Sy saja harus jauh2 buang ke tempat pembuangan resmi di Dekat Pantai Jakat atau di Pantai Panjang sembari perjalan menuju kantor. Banyak lagi tempat pembuangan illegal lainnya, cobalah perhatikan. Jadi dimana tugas Pemkot.??

Posting Komentar

Redaksi Menerima Tulisan dari pembaca, kirim redaktur@bengkulunews.org
 

© Copyright Orbit NewS 2010 -2011 | Design by: Usman Yasin.