PRIORITAS PEMBANGUNAN PASAR TRADISIONAL UNTUK MASYARAKAT KECIL
Pasar tradisional adalah pasar rakyat yang biasanya memiliki nilai sejarah, karena sudah sejak lama dan turun temurun menjadi pusat ekonomi masyarakat. Bangunannya biasanya terdiri dari kios-kios atau gerai, los dan dasaran terbuka yang dibuka oleh penjual maupun suatu pengelola pasar. Kebanyakan menjual kebutuhan sehari-hari seperti bahan-bahan makanan berupa ikan, buah, sayur-sayuran, telur, daging, kain, pakaian barang elektronik, jasa dan lain-lain. Selain itu, ada pula yang menjual kue-kue dan barang-barang lainnya.
Sekarang keberadaan pasar tradisional terancam oleh menjamurnya pasar modern seperti mall dan minimarket yang menawarkan produk yang sama, murah, dan menjanjikan kenyamanan. Sehingga keberadaan pasar modern yang tidak diawasi secara perlahan akan mematikan pasar tradisional.
Di Kota Bengkulu melalui Walikotanya Ahmad Kanedi,membuat kebijakan yang berani dengan menunda pembangunan (moratorium) pasar modern seperti mall dan minimarket, dan memprioritaskan perbaikan (revitalisasi) pasar tradisional seperti Pasar Panorama.
Ahmad Kanedi melarang sementara pembangunan mal baru di wilayah Kota Bengkulu selama 5 (lima) tahun ke depan dimulai dari tahun 2011. “itu saya yang punya kebijakan, tidak ada mal lagi sampai 5 tahun ke depan”, kata Walikota Bengkulu Ahmad Kanedi saat ditemui di Hotel Sheraton Media, jalan Gunung Sahari, Senin (22/08/2011).Kanedi menjelaskan saat ini Kota Bengkulu sudah memiliki 2 (dua) mal yaitu Mal Bengkulu Indah dan Mega Mal. Kedua mal itu menurutnya sudah cukup untuk menunjang perekonomian Kota Bengkulu. “Ramayana Group sudah kita tolak, dan kita dorong agar mereka membangun hotel dan pariwisata saja”, ungkapnya.
Untuk minimarket, lanjut Kanedi, ia tidak menutup kesempatan apabila ada pelaku usaha yang ingin membuka baru namun dengan seleksi yangt ketat.
Kanedi menjelaskan alasan menunda izin pembangunan mall dan membatasi minimarket agar tetap menjaga tradisi tawar menawar yang ada di pasar tradisional. “Agar selalu ada pasar yang tawar menawar, itu jangan hilang, itu khas kebudayaan bangsa kita”ungkapnya.
Selain itu Kanedi menjelaskan bahwa dengan lebih memprioritaskan pembangunan dan revitalisasi pasar tradisional maka akan menguatkan usaha kecil menengah dan rakyat kecil di Kota Bengkulu. “pasar modern seperti mall hanya akan menguntungkan pengusaha besar, jika pasar tradisional menguntungkan semuanya terutama pelaku usaha kecil”.
BIDANG PENDIDIKAN :
- Pendidikan Gratis bagi siswa SD, SMP,SMA dan SMK Negeri, serta subsidi bagi sekolah swasta
- Beasiswa dengan total sebesar Rp. 2 Milyar untuk 1300 siswa SD,SMP,SMA, dan SMK
- Asuransi pendidikan dari SD sampai Perguruan Tinggi bagi 20 orang yang diseleksi dari keluarga kurang mampu dan berprestasi.
- Pembangunan asrama mahasiswa (twin block) tahun 2010 untuk UNIB dan STAIN.
Bidang Kesehatan :
- Berobat Gratis bagi seluruh warga kota di seluruh Puskesmas di Kota Bengkulu.
- Mobil Jemput Sehat Gratis untuk warga kota.
- Pemberian jaminan kesehatan bagi seluruh masyarakat miskin kota yang tidak tercakup dalam Jamkesmas melalui program jamkeskot.
- SMS Sehat melalui call center 08117300300 untuk mendekatkan informasi kesehatan kepada masyarakat.
Bidang Ekonomi Kerakyatan
- Membentuk koperasi perempuan yang berbasis majelis ta’lim dan masjid di seluruh kelurahan di Kota Bengkulu
- Menyalurkan dana bantuan untuk koperasi pada tahun 2008 sebesar Rp. 1,6 Milyar untuk 70 koperasi dan Rp. 1,1 Milyar untuk 44 Koperasi pada tahun 2009.
- Bantuan usaha untuk UKM sebesar Rp. 750 Juta pada tahun 2008 untuk 354 UKM dan pada tahun 2009 diberikan tambahan sebesar Rp.300 Juta.
- Revitalisasi Pasar Panorama dengan dana sebesar Rp. 10 Milyar
Bidang Perumahan dan Infrastruktur
- Bantuan stimulus perbaikan perumahan. Pada Tahun 2009 dan 2010 terdapat 100 unit rumah, dan pada tahun 2011 terdapat 150 unit rumah dengan dana sebesar 1,5 Milyar.
- Batuan Pemasangan Listrik Gratis bagi warga kurang mampu.



0 komentar:
Posting Komentar