Dituduh korupsi, menteri perempuan Malaysia mundur - Orbit NewS

Kami Mengajak Anda Menjadi Pewarta Warga (Wartawan Online atau Citizen Jurnalism).
Hasil reportasi anda kirim melalui BB Pin 28f021d0 atau ke redaktur@bengkulunews.org atau
ke FB Page/Halaman Bnews
Headlines BnewS

Dituduh korupsi, menteri perempuan Malaysia mundur

Senin, 12 Maret 2012

Menteri Urusan Perempuan, Keluarga dan Komunitas Malaysia Shahrizat Abdul Jalil menyatakan mundur dari jabatannya pada 8 April mendatang. Pengunduran diri Shahrizat ini terkait skandal korupsi anggaran pemerintah terkait proyek pengembangan peternakan sapi.

Keluarga sang menteri dituding menggunakan anggaran negara sebesar US$83 juta atau lebih dari Rp750 miliar untuk membeli kondominium, berlibur dan membeli sebuah Mercedes.

Skandal yang di Malaysia populer dengan nama cowgate itu kemungkinan bisa membuat Perdana Menteri Najib Razak menunda pemilihan umum.

Namun, Shahrizat membantah pengunduran dirinya itu

erkait kasus proyek peternakan yang dikelola suami dan ketiga anaknya itu.

Pengunduran dirinya itu, lanjut Shahrizat, adalah wujud tanggung jawabnya sebagai pejabat pemerintahan setelah masa jabatannya sebagai wakil rakyat habis bulan depan.

Dia menambahkan tetap akan menjabat kepala departemen perempuan partai berkuasa Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) dan koalisi pemerintah Barisan Nasional.

Sharizat boleh saja beralasan demikian, namun pengunduran dirinya itu datang setelah selama beberapa bulan dia berada di bawah tekanan publik dan kelompok oposisi.

Dan masa jabatannya sebagai wakil rakyat seharusnya diperpanjang sebelum skandar cowgate ini merebak tahun lalu.

Sebuah pengorbanan

Sebuah laporan tahunan badan audit nasional mengatakan proyek National Feedlot Center yang dikelola keluarga Shahrizat tak mampu memenuhi target 40% pasokan daging sapi nasional pada 2010.

Kecurigaan kemudian muncul terkait penyalahgunaan pinjaman lunak dari negara untuk kepentingan pribadi pengelola, termasuk pembelian properti mewah di Malaysia dan Singapura.

Shahrizat membantah semua tuduhan korupsi dan sejumlah petinggi perusahaan menyatakan investasi di sektor properti bisa meningkatkan keuntungan.

Skandal ini sangat memalukan Perdana Menteri Najib Razak yang bersumpah akan memberantas korupsi. Saat ini kepolisian Malaysia tengah memeriksa tuduhan korupsi itu.

Dalam pemilu terakhir yang digelar 2008 lalu, UMNO yang sudah lama berkuasa kehilangan lebih dari sepertiga kursi parlemen ke tangan oposisi pimpinan Anwar Ibrahim.

Terkait pengunduran diri salah satu menterinya ini, PM Najib menyebut keputusan itu sebagai sebuah 'pengorbanan' salah satu anggota kabinetnya.

"Meski belum terdapat bukti bahwa dia telah melanggar hukum, namun karena proyek itu telah mengakibatkan kontroversi, dia memutuskan untuk mundur dari pemerintahan," kata Najib seperti dikutip kantor berita Bernama.

Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

Redaksi Menerima Tulisan dari pembaca, kirim redaktur@bengkulunews.org
 

© Copyright Orbit NewS 2010 -2011 | Design by: Usman Yasin.