Sebuah kota kabupaten di Bengkulu menyatakan akan tetap melaksanakan kampanye vasektomi meski Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa haram untuk vasektomi dan tubektomi. Bupati Mukomuko Ichwan Yunus mengatakan ia akan meyakinkan para ulama mengenai hal ini.
"Kalau soal dosa dan pahala urusan Tuhan tetapi yang penting dunia ini harus kita selamatkan. Ulama hanya membicarakan pahala dan dosa padahal dunia harus diurus," kata Ichwan pada BBC Indonesia.
Menurut Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Asrorun Niam Sholeh, fatwa haram dikeluarkan karena dalam kajian ulama vasektomi dan tubektomi adalah "pemandulan tetap."
"Fatwa haram terhadap vasektomi dan tubektomi sudah dikeluarkan sejak 2009 karena setelah MUI mendengar pendapat ahli dan kajian dalam perspektif hukum Islam, kami sampai pada kesimpulan bahwa alat kontrasepsi itu adalah pemandulan tetap dan terlarang dalam hukum Islam," kata Asrorun.
Kampanye 'Rp1 juta'
Dua pekan lalu, pemerintah kabupaten Mukomuko mengumumkan akan memberikan hadiah Rp 1 juta bagi kaum lelaki yang melakukan vasektomi.
Ichwan mengatakan ia gencar mengkampanyekan program keluarga berencana sebagai bagian dari upaya mengentaskan kemiskinan karena dengan keluarga kecil, masyarakat bisa hidup dengan lebih baik.
"Saya akan berdebat dengan ulama dan berkoordinasi dengan Kementrian Agama di Mukomuko karena saya mendengar ada keputusan bersama bahwa itu (vasektomi) boleh," kata Ichwan.
Saat ini Mukomuko memiliki populasi 170.000 jiwa dengan tingkat pertumbuhan penduduk 1,9 % per tahun.
Selain Ichwan Yunus, pihak lain yang gusar dengan fatwa haram vasektomi ini adalah Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
"Kami mendorong MUI Pusat agar mengeluarkan fatwa halal penggunaan vasektomi. Saat ini baru MUI cabang Situbondo dan Jawa Timur yang setuju dengan vasektomi dan tubektomi," kata kepala BKKBN Sugiri Syarif kepada Pinta Karana dari BBC Indonesia
Populasi Indonesia saat ini mencapai 245 juta atau naik 10 juta dari satu dekade lalu. Meski Indonesia berada di bawah Cina sebagai negara dengan populasi terbesar di dunia, pertumbuhan penduduk negeri ini lebih tajam dari Cina.
Pada 2012, populasi Cina adalah 1,3 miliar jiwa atau bertambah 73 juta jiwa dari satu dekade lalu. Sumber BBC



0 komentar:
Posting Komentar