Konsorsium Penyelenggaran Test CPNS - Orbit NewS

Kami Mengajak Anda Menjadi Pewarta Warga (Wartawan Online atau Citizen Jurnalism).
Hasil reportasi anda kirim melalui BB Pin 28f021d0 atau ke redaktur@bengkulunews.org atau
ke FB Page/Halaman Bnews
Headlines BnewS

Konsorsium Penyelenggaran Test CPNS

Sabtu, 09 Juni 2012

Bnews - Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), mengumumkan 10 nama universitas ternama yang ditunjuk sebagai penelenggara tahapan seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Daerah.

Hal ini diungkapkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB), Azwar Abu Bakar melalui rilisnya. Menurut Azwar, kesepuluh universitas yang berhak menyelenggarakan seleksi CPNS berdasarkan rekomendasi Mendikbud. Kesepuluhnya digabungkan dalam satu konsorsium.

Kesatuan konsersium ini diharapkan mampu melaksanakan seleksi CPNS di daerah secara obyektif, transparan, dan akuntabel. “Diharapkan konsorsium ini mampu mengubah citra pelaksanaan seleksi CPNS. Belakangan ini ditenggarai banyaknya kasus KKN. Saya berharap hal tersebut nantinya tidak ditemukan lagi,” tegasnya Kamis kemarin di Jakarta.

Kesepuluh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tersebut yang tergabung dalam konsorsium, adalah Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas pendidikan Indonesia (UPI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Surabaya (ITS), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Andalas (Unand), dan Universitas Hasanuddin (Unhas). Dan UGM sebagai Ketua Konsorsium.
Ditegaskannya, jika pelaksanaan seleksi penerimaan CPNS oleh konsorsium bekerja sama PTN. PTN sebagai pemeriksa, dan hasil pemeriksaan itu tetap diserahkan ke pemerintah daerah untuk mengumumkannya. "Pengumuman hasil ujian bukan dilakukan PTN, melainkan pejabat pembina kepegawaian (PPK) di daerah,"paparnya

Hasil uji n yang diselenggarakan PTN, selain diserahkan ke PPK, juga disampaikan kepada MenPAN-RB dan Kepala BK (Badan Kepegawaian Negara). Dengan demikian bisa menghindari terjadinya kong kalingkong oleh oknum tertentu.

Untuk menjaga keindependensi seleksi CPNS ini, pemerintah akan menggandeng Indonesia Corruption Watch (ICW) sebagai pengawas selama pelaksanaan seleksi. Diakuinya juga jika masih ada beberapa Rektor PTN yang tidak tahu bahwa PTN-nya yang dipimpinnya ikut menyelenggarakan tes CPNS, karena memang tidak ada pemberitahuan sebelumnya, penunjukan itu berdaarkan rekomendasi Mendiknas. (fat)
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

Redaksi Menerima Tulisan dari pembaca, kirim redaktur@bengkulunews.org
 

© Copyright Orbit NewS 2010 -2011 | Design by: Usman Yasin.