Gempa di Aceh dengan kekuatan 6 Skala Richter yang terjadi pada Selasa
(22/1) pagi, menyebabkan satu orang meninggal dan 7 orang luka-luka,
serta beberapa rumah hancur di Kabupaten Pidie.
Keterangan Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB, menyebutkan data
sementara 1 orang meninggal dan 7 orang luka-luka bangunan rumah yang
roboh.
Bencana yang terjadi di wilayah Barat daya menyebabkan beberapa rumah
di desa Bangkeh, Pulo Lhok, dan Mane kecamatan Geumpang Kab. Pidie.
Korban meninggal yaitu seorang anak perempuan bernama Tuti berusia 8 thn warga Ds. Mane, Kec Mane, Kab. Pidie.
BNPB menyebutkan korban meninggal akan segera
dimakamkan dan sementara para korban luka menjalani perawatan di rumah
sakit yang luka-luka diberikan perawatan di rumah sakit.
Keterangan dari Kepala Pusat Data, Informasi dan
Humas BNPB Dr. Sutopo Purwo Nugroho mengatakan gempa dengan kekuatan
6.0 SR, pada 05:22 WIB, terjadi di wilayah Baratdaya Aceh, dengan pusat
gempa di 15 km baratdaya Kota Banda Aceh.
Pusat gempa berada di laut sekiitar Pulau Penasi
antara Banda Aceh dan Pulau Breueh, dengan kedalaman 84 k dan tidak
berpotensi tsunami.
Gempa yang kuat dirasakan selama 2-5 detik
membuat masyarakat panik dan berhamburan keluar rumah, terutama mereka
yang tinggal di sekitar Lhoknga, Peukanbada, Ulelhee, Banda Aceh.
Selang 25 menit kemudian gempa susulan dengan
kekuatan 5,1 skala richter terjadi di lokasi yang berdekatan dengan
kedalaman 16 km. Sumber: BBC
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




0 komentar:
Posting Komentar