Gebrakan Dahlan Iskan - Orbit NewS

Kami Mengajak Anda Menjadi Pewarta Warga (Wartawan Online atau Citizen Jurnalism).
Hasil reportasi anda kirim melalui BB Pin 28f021d0 atau ke redaktur@bengkulunews.org atau
ke FB Page/Halaman Bnews
Headlines BnewS

Gebrakan Dahlan Iskan

Rabu, 21 Maret 2012

Media-media di Indonesia ramai memberitakan Menteri BUMN, Dahlan Iskan, yang 'ngamuk' karena antrian yang terlalu panjang di pintu tol.

Saat itu dia akan menghadiri rapat PT Garuda Indonesia di Bandara Soekarno Hatta namun hanya satu pintu yang buka untuk masuk ke jalan tol.

Mantan wartawan tersebut kepada para wartawan mengaku 'ngamuk' dan bukan sekedar marah lagi karena sebelumnya sudah memperingatkan PT Jasa Marga supaya mengatasi kemacetan di pintu tol.

Dan pagi itu, Selasa 20 Maret, hanya satu pintu tol yang buka sehingga Dahlan langsung membuka penghalang pintu tol dan sekitar 100 mobil lewat tanpa membayar. Antrian pun hilang.

"Ya biar saja, kalau Jasa Marga merasa dirugikan suruh tagih ke saya. Saya bayar," tuturnya seperti dikutip situs internet Bengkulunews.

Menurut Anda, apakah Indonesia memang membutuhkan gebrakan-gebrakan langsung seperti yang dilakukan Dahlan Iskan untuk memecahkan sebuah masalah?

Atau Anda berpendapat bahwa yang dibutuhkan justru penyelesaian secara sistematis, yang tak perlu dilihat langsung oleh masyarakat dan menjadi berita namun dirasakan langsung dampaknya.

Mungkin Anda berkomentar jika penyelesaian atas soal-soal tehnis membutuhkan langsung kehadiran pejabat setingkat menteri, maka gunungan masalah di Indonesia akan amat sulit diselesaikan.

Kirim pendapat, komentar maupun saran Anda ke Bengkulunews.

Ragam pendapat

"Kita butuh orang seperti Dahlan Iskan. Pengalaman saya sebagai pimpinan di pabrik terbesar di Bogor, dengan gebrakan seperti itu maka kita akan maju. Pengalaman saya juga tinggal beberapa lama di Amerika Serikat, Cina, dan Filipina membuktikan bahwa cara kerja di luar negeri itu seperti Dahlan Iskan. Kita butuh orang-orang yang tegas, keras, dan cepat dan bertindak." Jopie, Bogor.

"Salut buat Pak Dahlan. Kepemimpinan yang tegas dalam rangka menciptakan kebijakan untuk pelayanan masyarakat yang baik dan profesional,. Kami tunggu, apalagi di kelurahan, kecamatan, dan pemerintah daerah yang suka lelet pelayananya. Coba pimpinannya seperti Pak Dahlan semua!" Novi, Jakarta.

"Dahsyat pak," Alfa Rosidi, Komunitas BBC Indonesia di Facebook.

"Lebih baik terlambat daripada tidak. Kita sudah lama memerlukan tokoh semacam Mentri Dahlan Iskan. Di masa yang lalu kita hanya bisa punya pejabat negara 'boneka yang Asal Bapak Senang' yang berlindung di balik birokrasi yang melindungi kepentingan KKN. Semoga akan ada satria-stariat lain yang menyusul jadi pengatur negara tercinta ini." Olleke, Bogor.

"Menurutku, yang dilakukan menteri itu salah. Seharusnya dia menyelesaikan masalah secara sistematis, jangan main gebrak saja dan kalau main asal buka begitu sama saja dia tidak mengerti aturan mengantri dan seharusnya dia lebih sabar. Mau makan saja kita harus mengantri, kalau main asal gebrak begitu sama saja seperti main trobos antrian." Yoana Hatsune Taka, Komunitas BBC Indonesia di Facebook.

Menyelesaikan sistematis bagaimana? Indonesia butuh gerakan, bukan hanya duduk dan berdiskusi." Ndramus SweetKomunitas BBC Indonesia di Facebook.

"Cara kerja yang disiplin dan tepat waktu memang belum bisa diterapkan dan ini bisa dilihat dari kejadian tersebut. Jika saja setiap petugas diiringi rasa tanggung jawab yang tinggi pasti Indonesia tidak akan kalah sama negara lain. Contohnya saja di Hong Kong, penduduk banyak, pengguna mobil membludak tapi jarang macet apalagi di jalan tol. Petugas kerjanya cepat dan disiplin waktu jadi otomatis pengemudi pun akan nyaman dan tertib. Semoga dengan sikap menteri yang demikian bisa merubah cara kerja petugas jalan tol." Tri Tayani, Hong Kong

"Memang sebaiknya tidak perlu sampai seperti itu, tapi mungkin itu masih 25 tahun lagi. Kalau sekarang harus dengan gebrakan-gebrakan yang terlihat oleh masyarakat luas dan diberitakan oleh media. Kenapa? Karena dengan demikian masyarakat ikut mengontrol. Contohnya tentang jalan tol tadi pagi, kan sudah dirapatkan dan sudah diminta oleh menterinya tapi tidak jalan. Sekarang menjadi ketahuan kinerja manajemen PT Jasa Marga. Dengan 'ngamuk'nya Pak Dahlan saya yakin BUMN yang lain jadi jera dan akan bekerja lebih baik lagi." Juwono, Serpong

"Contoh yang baik buat pejabat kita yang berkutat pada sistem ketika mengambil keputusan walaupun tidak prosedural. Berani bersikap, itulah yang bisa kita ambil teladan dari Mentri BUMN. Saya berharap para pejabat harus bersikap jelas, tidak gamang atau tidak ragu-ragu dalam memutuskan sesuatu. Apalagi menggantung masalah yang tidak jelas keputusannya. Itu membingungkan rakyat. Bravo buat Pak Dahlan, semoga menginspirasi pejabat lain dalam berikap, tidak hanya Asal Bapak Senang." Nano Sutarno, Cirebon.

"Waktu ada berita menteri yang tidak sabaran antri di bagian imigrasi yang juga ingin cepat kok tidak seheboh sekarang ya. Memang apa bedanya, apa karena yang dulu itu menteritnya tidak populer?" Zhagita Arini, Komunitas BBC Indonesia di Facebook.

"Ya terlepas dari butuhnya solusi sistematis atau tidak, sikap Dahlan Iskan ini minimal merupakan cerminan dari bentuk disiplin mati yang selama ini marak di dunia BUMN dan kedinasan di Indonesia." Arief Rachman Hakim, Sidoarjo.

"Peringatan untuk mengatasi kemacetan di pintu tol. Sudah diperingatkan ke Direksi Jasa Marga, tapi rupanya tidak ada respon atau follow up. Kalau PT Jasa Marga berani menagih ke Pak Menteri, ya siap diganti saja Direksi Jasa Marga. Indonesia masih butuh pemimpin yang berani dan sering inspeksi mendada, karena banyaknya pejabat yang bolot." Tony, Jakarta.

"Masalahnya menteri sudah beberapa kali menegur Jasa Marga, malahan ikut mendorong penjualan e-toll card. Masih saja payah pelayanan Jasa Marga. Kalau dia tak menegur sebelumnya, ya salah." Taufik Irmansyah, Komunitas BBC Indonedia di Facebook.

"Seharusnya malu, BUMN bertanggungjawab menyediakan infrastruktur angkutan massal yang memadai, jangan hanya mengandalkan jalan tol saja. Diskusikan dengan pemerintah kota Jabodetabek untuk memecahkan transportasi massal yang efektif. Jangan hanya jalan tol yang dibuat untuk mobil pribadi." Joko, Bogor. Sumber: BBC

Apa komentar anda? silakan sampaikan melalui kolom komentar dibawah ini...atau melalui Facebooknya Bengkulunews
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

Redaksi Menerima Tulisan dari pembaca, kirim redaktur@bengkulunews.org
 

© Copyright Orbit NewS 2010 -2011 | Design by: Usman Yasin.