Bnews - Jakarta. Polisi menangkap dua orang tersangka teroris di Bandung dan Sumedang, Jawa Barat, yang disebut terkait jaringan teroris Umar Patek dan Dulmatin. Dua orang tersangka ini, yang berinisial CF dan C, disebut polisi juga terlibat dalam kelompok yang menggelar latihan militer di Poso, Sulawesi Tengah.
"(Satu tersangka CF) sudah kita ikuti lama dalam berbagai perkembangan kasus, utamanya terkait (tersangka teroris) Umar Patek dan (terpidana teroris) Dulmatin," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri, Irjen Polisi Saud Usman Nasution, kepada wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, Jumat (23/03) siang.
Menurut saud, CF ditangkap oleh tim Densus 88 di sebuah hotel di Bandung, Rabu (21/03) lalu.
"Dia termasuk dalam tim dalam latihan militer kelompok teroris di Poso," ungkap Saud.
Sejumlah laporan media mengungkapkan, keterangan pejabat kepolisian juga menyebutkan, CF berperan dalam pembelian amunisi serta ikut terlibat dalam pelatihan pembuat detonator. Tersangka juga disebutkan ikut pelatihan penggunaan senjata api di Kediri, Propinsi, bersama tersangka lainnya. Disebut-sebut pula CF berperan dalam pembuatan dokumen palsu atas nama tersangka lainnya. Di lokasi penangkapan, polisi dilaporkan mengamankan barang bukti berupa 10 lembar KTP, 10 kartu ATM, serta aplikasi formulir paspor.
Penangkapan di Sumedang
Setelah menangkap CF di Bandung, aparat kepolisian menangkap tersangka teroris lainnya, berinisial C, di Sumedang, Kamis (22/03) kemarin.
"Tersangka membuka counter ponsel. Sekarang, tim Densus sedang mendalami untuk mengungkap jaringannya," kata Saud.
Saud menyebut, dua tersangka yang baru ditangkap ini berperan dalam memfasilitasi aktivitas terdakwa teroris Umar Patek dan terpidana teroris Dulmatin.
"Dia juga bekerjasama dengan salah-satu teroris MK yang terkait pelatihan teroris di Poso," ungkapnya tanpa mau menjelaskan secara detil kasus Poso yang disebutnya.
"Yang jelas, rangkaian jaringan teroris Poso yang saat ini kita kejar dan ada kaitan di tempat lain juga," katanya.
Penangkapan dua tersangka teroris di Jawa Barat terjadi setelah penyergapan terhadap lima tersangka teroris di Bali pekan lalu, yang menurut polisi berencana melakukan perampokan serta berniat melakukan aksi serangan terhadap sebuah kafe setempat. Sumber BBC



0 komentar:
Posting Komentar