Dhani dan aparat dikritik karena kecelakaan - Orbit NewS

Kami Mengajak Anda Menjadi Pewarta Warga (Wartawan Online atau Citizen Jurnalism).
Hasil reportasi anda kirim melalui BB Pin 28f021d0 atau ke redaktur@bengkulunews.org atau
ke FB Page/Halaman Bnews
Headlines BnewS

Dhani dan aparat dikritik karena kecelakaan

Senin, 09 September 2013

Sejumlah kalangan mempertanyakan sikap musisi ternama Ahmad Dhani Prasetyo serta aparat yang dianggap lalai mengawasi anak di bawah umur yang bebas menyetir di jalan raya sehingga berpotensi mengakibatkan kecelakaan.

Anak bungsu Dhani, Abdul Qodir Jaelani alias Dul, menjadi salah satu korban kecelakaan setelah diduga menyetir mobil sedan Mitsubishi Lancer B 80 SAL pada Minggu dini hari di KM 8 Tol Jagorawi.

Polisi mengatakan sejauh ini sudah enam korban tewas sementara 10 lainnya luka termasuk Dul yang mengalami patah kaki.

"Ini jadi sorotan yang penting sekali buat aparat yang selama ini seperti membiarkan anak-anak bawah umur berkendara di jalan baik roda dua atau empat," seru praktisi psikologi anak, Seto Mulyadi kepada Dewi Safitri dari BBC Indonesia.

Karena sering terjadi dan jarang diambil tindakan tegas, menurut Seto "orang tua melihat seolah membiarkan anak mengendarai mobil atau motor di jalan hal yang biasa saja," tambahnya.
Dul baru berusia 13 tahun dan menurut berita media di Jakarta, mendapat mobil tersebut sebagai hadiah ulang tahunnya Agustus lalu.

Dalam UU Lalu Lintas disebutkan kecelakaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain bisa dikenai hukuman hingga lima tahun penjara beserta denda

Ambil tanggung jawab

Laman Facebook dan situs mikroblog Twitter ramai oleh berbagai komentar menyangkut berita kecelakaan maut ini. Sebagian diantaranya mempertanyakan bagaimana Dul bisa dengan bebas menyetir kendaraan pada tengah malam dengan jarak cukup jauh.

"Blm pny SIM tp diijinkan bahkan dikasih mobil" tulis pemilik akun @andi_chairil, senada dengan @tikabanget yang mempersoalkan usia Dul yang masih di bawah umur "13 taun udah nyetir antar kota? :|".
‏Pemilik @AiSeptya menulis "Ada2 aja dulu kecelakaan anaknya menteri. Sekarang kecelakaan anaknya Ahmad Dani" dalam lama Twitternya, mengacu pada kasus yang Pernah menimpa anak bungsu Menteri Perekonomian Hatta Rajasa, yang juga terjadi pada saat dini hari dan menewaskan dua orang.

"Mestinya orang tua mengambil alih tanggung jawab karena si anak ini masih dibawah umur," kata Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait.

Arist yang mengaku juga berteman dengan musisi Ahmad Dhani mengatakan, orang tua Dul harus menggunakan kasus ini sebagai sarana berkaca diri dalam hal pengasuhan anak.

"Tengah malam pula, 13 tahun sudah pegang setir. Ini bukan soal fasilitas ya, karena bisa saja fasilitas malah mencelakakan anak," tambahnya.

Meski demikian Arist juga meminta agar polisi bertindak hati-hati dalam kasus ini, mengingat Dul yang diduga terlibat masih anak-anak.

"Aparat harus menggunakan perspektif hukum dengan mengedepankan perlindungan anak."
Sementara Seto Mulyadi menyerukan agar insiden fatal ini dipakai sebagai momentum baik untuk aparat maupun masyarakat agar serius menegakkan aturan jalan raya.

"Kami lihat pembiaran banyak dilakukan, termasuk SIM yang tidak perlu lewat tes. Sudah sampai taraf berbahaya," tukasnya.

Seto mengusulkan dibuat kampanye nasional melarang anak-anak menggunakan kendaraan bermotor di jalan raya, dengan hukuman berat untuk orang tua yang membiarkan hal itu terjadi.  Sumber BBC
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

Redaksi Menerima Tulisan dari pembaca, kirim redaktur@bengkulunews.org
 

© Copyright Orbit NewS 2010 -2011 | Design by: Usman Yasin.